
Di negara sana yang ramai pujian indah menyorakkan keelokan flora dan faunanya, masyarakatnya digertak untuk tak bersuara.
Jauh di sana, negara yang memiliki banyak suku dan bahasa, masyarakatnya justru diancam untuk tak memiliki bahasa kritik.
Di negara yang terkenal maritimnya itu ternyata membungkam suara-suara rakyatnya. Siapa yang paling nyaring bersuara lantang berani menghentakkan kaki didepan pemerintah, maka ia yang akan dibutakan matanya, ditusuk dadanya, hingga direbut nyawanya.
Siapa yang berani menjadi pelopor gerakan aksi melawan pemerintah dengan gagah hebatnya, maka ia yang akan diancam hingga akhir hidupnya.
Siapa yang berani berkumpul dengan komunitas penggerak elemen masyarakat, maka mereka yang akan ditulis namanya dalam buku hitam milik pemimpin negara yang anti kritik.
Di negara sana, suara kami dibungkam, nyawa kami terancam setiap kali kami bersuara dan beraksi. Melintasi garis khatulistiwa yang ucap mereka adalah takdir indah bagi suatu negara, nyatanya negara dengan takdir indah itu berhutang nyawa dan keadilan pada mereka yang bersuara lantang.
Bungkamlah, siramlah, bahkan bunuhlah salah satu di antara kami. Tetapi suara kami tidak akan pernah bisa diredam, ambisi aksi kami tidak pernah akan padam.
Cover: Dokumentasi jurnalis BBC Indonesia