Ketika Dunia Maya Menyelamatkan Surga Indonesia

Sumber: @fatih_wibisana

Raja Ampat, gugusan pulau yang melukiskan surgawi di timur Indonesia, namun nyaris terusak oleh hilirisasi nikel. Ironisnya, dalam menghentikannya, bukan berasal dari kajian lingkungan, bukan regulasi, bukan pula suara masyarakat adat yang diperhatikan sejak awal, melainkan gelombang suara di media sosial dengan tagar #saverajaampat. Ketika foto-foto keindahan laut bertemu dengan tagar kemarahan, pemerintah pun akhirnya berani mengambil tindakan—namun penghentiannya hanya sementara yang menjadi tidak pasti.

Raja Ampat memiliki kekayaan alam sebesar 75% terumbu karang di dunia, 1.400 jenis ikan-ikan karang dan 700 invertebrata jenis moluska. Tidak hanya itu, Raja Ampat memiliki berbagai satwa khas Papua di Raja Ampat. Namun kini, keseluruhan kekayaan terancam dengan hadirnya pertambangan nikel.

Hilirisasi digaung-gaungkan oleh pemerintah sebagai bentuk transisi energi yang ramah lingkungan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat, suatu omong kosong. Ratusan hektare dibabat habis, kakayaan alam digerogoti, keanekaragaman hayati kian punah dan yang terluka adalah masyarakat yang merawat dan hidup berdampingan dengan alam selama ratusan generasi sebelumnya.

Menjadi ironis, pertambangan nikel di Raja Ampat yang mendapatkan izin dari tahun 2017 dan dimulai tahun 2018, baru kini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam mengambil tindakan. Walaupun dunia maya mampu menggerakkan opini yang dapat menembus dinding-dinding mewah itu, namun terlihat bangsa ini hidup dalam politik pencitraan yang dilakukan pemerintah.

Jika kita membuka mata, tidak hanya Raja Ampat yang terancam, masih banyak surga lainnya di Indonesia yang disulap menjadi neraka—rusaknya alam. Salah satunya ada di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bagi masyarakat setempat, laut menjadi penopang hidup. Laut yang jernih dengan berlimpahnya ikan-ikan, maupun karang berwarna. Namun lautnya kini menjadi keruh, berbahaya, tidak lagi sehat dan hilangnya keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Referensi:

  1. Greenpeace Beberkan Ancaman Tambang Nikel terhadap Keberlangsungan Ekowisata Raja Ampat. Tempo.com
  2. Terungkap Pemilik Tambang di Raja Ampat, Bocor Setelah Pengakuan 4 Menteri. Tribuntimur.com
  3. Instagram: @greenpeace
  4. Instagram: @jatamnas

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *