Ditulis Oleh: LKISH FH UNMUL
Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman menyelenggarakan kegiatan diskusi terbuka dan bedah buku “How Democracies Die” karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt pada Senin, 27 April 2026, yang dilaksanakan pada sore hari setelah perkuliahan di area parkiran Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa ahasiswa yang hadir dengan antusias, menciptakan suasana diskusi yang hidup meskipun dilaksanakan di ruang terbuka yang sederhana. Interaksi yang terbangun menunjukkan bahwa minat terhadap ruang-ruang intelektual di kalangan mahasiswa masih tumbuh dan membutuhkan wadah yang konsisten.
Diskusi menghadirkan Herdiansyah Hamzah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, sebagai narasumber yang memaparkan gagasan utama juga menjelaskan konteks dari dalam buku tersebut. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa kemunduran demokrasi tidak selalu terjadi secara drastis, melainkan dapat berlangsung secara perlahan melalui pelemahan institusi, pengabaian norma-norma demokrasi, serta praktik kekuasaan yang menyimpang. Penjelasan ini kemudian mendorong peserta untuk melihat bahwa ancaman terhadap demokrasi sering kali hadir dalam bentuk yang tidak kasat mata, namun berdampak signifikan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, diskusi berkembang ke arah analisis relevansi isi buku dengan kondisi demokrasi saat ini, khususnya dalam konteks Indonesia. Para peserta secara aktif terlibat dalam menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta tanggapan yang mencerminkan adanya kesadaran kritis terhadap dinamika hukum dan politik yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk melatih kemampuan berpikir analitis dan argumentatif di kalangan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, LKISH bertujuan untuk membangkitkan dan melestarikan budaya membaca serta berdiskusi yang semakin tergerus oleh arus informasi instan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi mampu mengaitkannya dengan realitas sosial yang dihadapi. LKISH berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembentukan karakter intelektual mahasiswa yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap isu-isu publik.
