Ormawa Fakultas Merah Pelacur Gerakan

Penulis: ayi

Saya yakin dan percaya Ketika teman-teman membaca judul tulisan ini, teman-teman akan menganggap ini sebagai dongeng. Tapi tidak untuk hari ini, hari ini dongeng itu menjadi nyata. Dongeng-dongeng yang sering terdengar di telinga mahasiswa tentang pelacur gerakan saat ini
benar-benar terjadi di dalam tubuh mahasiswa. Mahasiswa khususnya di Universitas Mulawarman hari ini cukup terkejut dengan kabar yang datang dari fakultas yang berada di belakang Gor 27 September. Pasalnya, bertahun-tahun menjadi motor aksi, fakultas merah itu tahun ini memulai dengan aksi yang berbeda, AKSI MELACURKAN GERAKAN.

Awal tahun 2025 yang sebelumnya dibuka dengan penuh aksi oleh BEM FH, tahun ini justru menjadi terbalik. Hari ini pemimpin tertinggi mereka tertangkap mata oleh beberapa orang sedang asik menyantap makanan dan berbincang mesra dengan aparat yang tidak pernah menjadi kerabat mereka. Idealisme yang sedari dulu dipegang teguh oleh para pengurus, dijaga sekuat tenaga dengan keringat, darah, dan air mata justru ditukar menjadi tawa canda oleh petinggi BEM FH. Nampaknya perlawanan cukup sulit bagi mereka untuk terus bisa membela yang tertindas. Mungkin saat ini paradigma petinggi organisasi merah sedikit berbalik arah, tidak ada lagi semangat perjuangan, tidak ada lagi semangat perlawanan, yang ada hanya kemesraan dan jabat dengan kekuasaan.


Miris ? tentu saja. Diam? Tidak akan. Keluarga Mahasiswa fakultas hukum selalu menjaga identitas dan kesucian dari gerakan yang dibangun, baik sendiri ataupun dengan aliansi. Hal demikian justru hanya akan merusak apa yang sudah dirawat dan dijaga sejak dahulu. Tidak pernah sekalipun ada pimpinan ormawa di FH Unmul yang bergerak taktis demikian. Terjadinya hal demikian saat ini, justru akan menjadi preseden buruk untuk ke depannya. Penting untuk ditekankan bahwa KM FH menitipkan suaranya kepada BEM bukan untuk DILACURKAN. Suara perlawan yang kami tunggu, suara perjuangan yang kemi rindukan, bukan JABAT TANGAN MESRA yang justru harus kami dapatkan.


Di akhir kolom tulisan ini, penulis ingin menyampaikan kepada petinggi ormawa tersebut bahwa sekalipun bertemu di lubang semut, tidak mendapatkan apapun, atau tidak berbicara apapun, kehadiran Bung disitu bukan suatu hal yang dibenarkan. JANGAN BERGERAK TAKTIS, ORGANISASI INI MEMILIKI IDEOLOGI. JANGAN MENCARI KEUNTUNGAN PRIBADI, BEM FH BUKAN TEMPAT UNTUK BERBISNIS.